Monday, 14 July 2014

Makalah Kebudayaan Arab Pra Islam oleh Nurul H Sulasikin STAIN Sorong



SEJARAH ARAB PRA ISLAM;
Kebudayaan Bangsa Arab Pra Islam[1]
Nurul Hakin Sulasikin,[2]

Abstract: Budaya Arab pra Islam adalah suatu kebudayaan yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan cara hidup orang-orang Arab yang berkembang di daerah jazirah Arab, sebelum munculnya agama Islam, dan biasanya disebut dengan kebudayaan jahiliah. Kebudayaan jahiliah dimana orang-orang Arab pada saat itu benar-benar tidak berkemanusiaan, kasar dan kejam. Isu yang menarik dalam kajian ini adalah dimana budaya-budaya Arab pra Islam yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, dan mereka sangat patuh terhadap tradisi-tradisi nenek moyangnya, misalnya kebudayaan seperti kesenian, kepercayaan, pola-pola prilaku, bahasa, organisasi dan lain sebagainya yang menyangkut kebiasaan manusia itu sendiri. Sehingga untuk mengetahui sejarah perjalanan Islam di jazirah Arab, diperlukan terlebih dahulu mengetahui sejarah bangsa Arab pra Islam, agar dapat lebih mendalami sejarah tersebut secara bertahap dan lebih rinci asal-usulnya. Karenanya untuk mengupasnya digunakan metode dokumen (membaca buku dan artikel). Analisa ini untuk mengungkap bagaimana kebudayaan bangsa Arab pada saat itu. Hasil riset ini menunjukan bahwa bangsa Arab sebelum mengenal Islam mereka telah memiliki kebudayaan-kebudayaan yang luarbiasa dalam sejarah, sehingga menjadi perbincangan menarik untuk dikupas dalam sejarah.






Key words : Kebudayaan, Bangsa Arab, Pra Islam (Jahiliah), Penyebaran Islam, Ajaran Islam.

I. Pendahuluan
Sebelum datangnya islam di Arab, kondisi di jazirah Arab benar-benar dalam keadaan rusak. Kerusakan yang dimaksud adalah kerusakan akhlaknya, maupun akidah mereka yang menolak keesaan tuhan. Misalnya seperti kebudayaan mereka menyembah patung berhala yang mereka buat, menjadikan istri milik bersama, membunuh bayi perempuan yang baru lahir, meminum minuman keras, mempercayai ramalan-ramalan dan berbuat zina. Kebiasaan ini dilakukan karena belum adanya yang mengatur dalam kehidupan mereka dan juga belum banyak memahami tujuan hidup yang baik.[3] Bangsa Arab pada saat itu tidak mempunyai sesorang yang menjadi contoh teladan (nabi) untuk mengatur kehidupan mereka, dan karena banyak faktor-faktor lain yang tidak mendukung bagaimana cara berkehidupan dengan baik.
Nenek moyang bangsa Arab yaitu bermula pada Nabi Ibrahim as yang keturunan dari Sam bin Nuh. Yang awalnya bangsa Arab telah mengikuti ajaran dari Nabi Ibrahim as dan di teruskan oleh Nabi Ismail. Namun seiring berjalanya waktu mereka lalai dan mendustakan ajaran yang di bawakan Nabi Ibrahim tersebut, disitulah awal mula dari keturunan bangsa Arab. Keturunan Bani Qathan adalah orang-orang Arab asli tempat mereka di Jazirah Arab, sedangkan Bani Adnan adalah orang-orang Arab yang mengambil bahasa Arab sebagai bahasa mereka. Bani Adnan adalah anak keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim as, dan Nabi Muhammad saw adalah keturunan Adnan.[4] Ini berarti bahwa orang-orang arab terbagi kedalam dua keturunan yaitu Bani Qathan dan Bani Adnan. Dengan demikian Nabi Muhammad saw adalah  bani Adnan keturunan Nabi Ismail bin ibrahim as.
            Sebelum membahas sejarah-sejarah peradaban Islam, ada baiknya terlebih dahulu membahas tentang bangsa Arab pra Islam. Sejarah tentang arab pra Islam menggambarkan urutan sejarah yang saling terkait satu sama lain. Sehingga dapat memberikan informasi lebih mudah dipahami tentang sejarah Arab dan Islam. Bangsa Arab sebelum datangnya Islam sering disebut bangsa jahiliyah yang dianggap tidak manusiawi. Namun disisi lain bangsa Arab pulalah yang telah membesarkan agama islam. Islam pertama kali turun dan berkembang di Arab, perkembangan agama islam hingga saat ini yang kita kenal tidak terlepas dari peran serta bangsa Arab.[5] Ini menjadi sesuatu hal yang menarik bangsa Arab dahulunya melawan kehadiran Islam, disisi lain bangsa Arab juga memperjuangkan agama Islam itu sendiri. Sehingga sejarah akan kisah bangsa Arab pra Islam menjadi menarik untuk di bahas. 
Kebudayaan Arab pada saat itu adalah warisan yang di turunkan oleh leluhurnya terdahulu. Dari generasi ke generasi, kebudayaan itu berkembang turun temurun, yang kebanyakan dari kebudayaan-kebudayaan bangsa Arab adalah yang dianggap tidak manusiawi. Terdapat beberapa alasan yang menyababkan mereka, sehingga mereka melakukanya dikarenakan: 1) Karena mereka dalam keadaan jahilliah dalam kebodohan, 2) meraka mengikuti kebiasaan dari orang-orang tua mereka.[6] Oleh karena itu bangsa Arab melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, tanpa pengetahuan mereka mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang terdahulu mereka adalah perbuatan yang tidak baik. Sehingga orang-orang Arab dalam kesesatan yang mereka ikuti dari leluhur mereka yang sudah sesat.
Bangsa Arab pra Islam, identik dengan bangsa jahiliah. Bangsa jahiliah dianggap sebagai bangsa yang terbelakang dan tidak manusiawi. Istilah jahiliah, biasanya diartikan sebagai masa kebodohan atau kehidupan barbar. Namun sebenarnya, yang dimaksud jahiliah adalah bahwa ketika itu orang-orang Arab tidak memiliki otoritas hukum, nabi dan kitab suci.[7] Pengertian tersebut mengartikan bahwa, yang dimaksud dengan jahiliah ternyata menyangkut kondisi bangsa Arab pada saat itu, yang tidak memiliki aturan-aturan yang mengatur kehidupan mereka. sehingga kehidupan jahiliah sering dikaitkan dengan zaman kebodohan, tidak manusiawi dan kejam. 
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah pokok yang ada di dalam artikel ini adalah bagaimana kebudayaan Arab pra Islam? Untuk menjawab masalah pokok tersebut maka dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kebudayaan bangsa Arab sebelum mengenal islam?; 2. Bagaimana pengaruh kebudayaan Arab pra islam terhadap perkembangan penyebaran agama islam?; dan 3. Bagaimana  perkembangan kebudayaan bangsa Arab pra islam setelah mereka masuk dan mengenal islam?.






II. Kebudayaan Bangsa Arab Sebelum Mengenal Islam
Pada mulanya bangsa Arab menganut agama monoteisme yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as. Seiring berjalannya waktu, terjadilah perubahan-perubahan dalam hal kepercayaan mereka, yang kemudian terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam ajaran ketuhanan mereka, yang kemudian mereka membuat berhala-berhala untuk mereka sembah. Berhala tersebut seperti mendewakan patung, pohon dan bahkan makhluk ghaib seperti jin. Berhala adalah obyek berbentuk makhluk hidup atau benda yang didewakan, disembah, dipuja dan dibuat oleh tangan manusia.[8] Sesuatu yang disembah oleh bangsa Arab dalam makhluk hidup seperti pohon-pohon dan jin, maupun benda mati yang dibuat mereka lalu disembahnya, seperti patung-patung atau batu-batuan. Sehingga banyak kepercayaan-kepercayaan penyembahan berhala yang banyak macamnya yang mereka lakukan.
Selain menyembah berhala orang-orang Arab pada saat itu juga menyembah dewa-dewa. Dewa-dewa yang mereka anggap benar-benar ada keradaannya. Seperti dewa-dewa masyarakat mekah dan madinah yaitu Latta dan Uzza misalnya, yang lebih populer diantara mereka sebagai dewa untuk mereka sembah. Di tengah masyarakat perkotaan Hijaz, yang jumlahnya hanya 17 persen dari masyarakat Hijaz, tahap pemujaan terhadap benda-benda langit muncul sejak lama. Al-‘Uzza, al-Lat dan Manat yaitu tiga anak perempuan Allah memiliki tempat pemujaan yang disakralkan.[9] Kepercayaan menyembah dewa-dewa adalah salah satu dari sekian dari kepercayaan-kepercayaan bangsa Arab pada saat itu. Ini mengartikan bahwa penyembahan terhadap dewa-dewa, cukup mengambil bagian di tanah Hijaz, sehingga mereka membuat tempat-tempat sakral untuk pemujaan dewa yang mereka sembah tersebut.
Penyembahan terhadap matahari dan bulan juga terjadi pada saat zaman jahilliah. Kepercayaan penyembahan terhadap benda-benda langit tersebut terjadi di jazirah Arab jauh sebelum islam hadir. Seperti misalnya orang-orang badui yang kepercayaannya berpusat kepada bulan. Tradisi penyembahan bulan mengisyaratkan sebuah masyarakat penggembala ternak, sementara tradisi penyembahan matahari menggambarkan tahap berikutnya, yaitu masyarakat pertanian.[10] Ini berarti masyarakat penggembala ternak dan masyarakat pertanian menyembah benda-benda langit sebagai sesembahan mereka adalah sebuah kebiasaan yang sering mereka lakukan. Kepercayaan penyembahan tersebut menjadi suatu keragaman dalam bentuk keyakinan yang pernah ada di jazirah Arab. 
Geografis jazirah Arab yang strategis untuk jalur perdagangan, menjadikan orang-orang Arab pintar dalam hal berdagang. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab yang salah satu mata pencaharian selain dari berternak, mereka juga suka berdagang. Biasanya mereka yang menjual dagangannya, dengan cara berpindah tempat mengambil barang dagangan dari Yaman dibawa ke Mekkah, lalu sebagian lainnya mereka jual ke Syam, dan begitu juga sebaliknya. Perdagangan merupakan indeks keberhasilan utama yang dicapai oleh orang-orang Arab selatan.[11] Ini berarti mereka telah mempunyai pengetahuan dalam berekonomi dalam mengelola dagangannya, karena mereka telah mempraktekkan cara-cara mengekspor barang dan mengimpor barang dari suatu daerah ke daerah lainnya. Sehingga mereka dikatakan telah berhasil melancarkan aktifitas perekonomian di daerah mereka dan dikatakan sebagai indeks keberhsilan yang utama di daerah Arab.
Bangsa jahiliah juga bangsa yang gemar berperang, dan mereka telah terlatih dalam hal tersebut. Pengetahuan dalam berperang juga dibutuhkan untuk menjaga bila mana terjadi peperangan antar suku. Peperangan antar suku sering terjadi dijazirah Arab, sehingga orang-orang Arab akan berjaga-jaga dan menyiapkan pasukannya bila mana suku mereka diserang oleh suku lain yang terjadi konflik. Seperti misalnya mereka mempelajari cara-cara dalam menggunakan pedang, cara memanah dan kelihaian menunggang kuda. Bahkan cara-cara untuk berperang tersebut, dijadikan untuk menunjukan keahlian mereka dalam perlombaan-perlombaan, siapakah yang dianggap paling ahli diantara mereka yang mengikuti lomba tersebut, untuk menunjukkan kesombongan mereka. Berperang bagi masyarakat Arab adalah sebuah hal yang baik untuk mempertahankan suku-suku mereka.[12]  Bagi orang-orang Arab, peperangan harus dipersiapkan sebelum suku mereka diserang oleh suku-suku lain, dan persiapan dalam berperang tersebut adalah sesuatu yang mereka anggap hal yang baik. Maka oleh sebab itu, mereka mau tidak mau harus mengikuti kondisi tersebut, untuk tetap bertahan di daerah jazirah Arab yang penuh dengan persaingan.  
Bangsa Arab sejak dahulu sudah mengenal pengetahuan tentang ilmu astronomi. Keadaan mereka yang hidup di gurun pasir dan kecintaan mereka terhadap bintang-bintang, membuat mereka hobi dalam mempelajari ilmu perbintangan tersebut. Misalnya untuk mengetahui terbit dan terbenamnya matahari, juga untuk mengetahui pergantian musim. Bangsa Kaidan (Babilon) adalah guru dunia bagi ilmu astronomi, pada waktu tentara Persia menyerbu negeri Babilon, sebagian dari mereka termasuk ahli ilmu astronomi mengungsi ke negeri-negeri Arab, dari mereka lah orang Arab mempelajari ilmu astronomi.[13]  Pengaruh dari bangsa lain juga dapat diterima orang-orang Arab, khususnya dalam ilmu astronomi. Sehingga menjadikan kebiasaan dari bangsa Babilon tersebut mempengaruhi orang-orang Arab untuk mempelajarinya.
Masyarakat Arab sangat menghargai orang-orang yang pandai dalam mengarang syair-syair. Dalam mengarang dan mendengarkan syair-syair yang dilantunkan si pengarang syair, telah menjadi kebiasaan dari masyarakat Arab. Misalnya menceritakan tentang masyarakat pedalaman, kisah-kisah orang dahulu ataupun syair-syair pujian. Puncak kebudayaan Arab justru berangkat dari kemampuannya yang tidak bersifat kekerasan, yakni berbahasa lisan.[14] Kepandaian dalam mengadu bicara dapat menggantikan peperangan secara fisik, yakni mereka saling berlomba-lomba mengarang dan membuat syair-syair. Supaya dapat dihargai dan dihormati orang-orang Arab, sehingga menjadikan mereka terbiasa bersaing dalam mengarang syair-syair yang bagus.
Nilai sastra dan keindahan dalam melantukan syair-syair puisi sangat dihargai orang-orang Arab. Mereka mengukur kecerdasan seseorang berdasarkan dengan seberapa indah dan menarik dalam melantunkan syair-syair puisinya. Penyair puisi selain menjadi juru bicara kaumnya, juga sangat memahami dongeng-dongeng rakyat, disamping itu juga, sebagai pengkaji perkembangan sosial, penuntun dan sebagai operator. Oleh karena itu terdapat sebuah pepatah mengatakan, “puisi merupakan catatan publik (diwan) orang-orang Arab”.[15] Penyair puisi selain disebut sebagai sejarahwan juga disebut sebagai ilmuan dan penyampai berita. Syair-syair puisi masyarakat Arab pada saat itu merupakan ingatan-ingatan orang Arab akan suatu kisah, yang dilantunkan ke publik, sehingga menjadi sebuah catatan bagi masyarakat akan suatu peristiwa yang telah terjadi.
Tradisi orang Arab jahiliah yang gemar dalam membuat patung, merupakan salah satu seni rupa yang dimiliki bangsa Arab pada saat itu. Dalam membuat patung berhala, orang Arab membuatnya bukan hanya sebagai untuk mereka sembah saja, melainkan juga mereka memang suka dalam pembuatan patung tersebut. Orang-orang Arab pada saat itu memang dikenal pintar dalam membuat patung, bahkan setiap kabilah memiliki patung berhala mereka masing-masing untuk mereka sembah. Berhala tersebut biasanya terbuat dari batu dan kayu. Sebagian penduduk tanah Arab tidak menganggap berhala tuhan, tetapi sebagai perantaraan.[16] Terdapat percampur adukan antara mereka menyembahnya atau hanya sebagai kegemaran mereka dalam membuat patung, sehingga dikatakan menjadi sebuah perantaraan. Sehingga banyaknya patung-patung yang mereka biarkan begitu saja, tanpa mereka fungsikan menjadi berhala sesembahan mereka. 

III. Kebudayaan Arab Pra Islam Terhadap Perkembangan Penyebaran Islam
Kepentingan dalam berdagang sehingga bangsa Arab menjalin hubungan-hubungan yang baik dengan bangsa lainnya. Dalam aktifitas perdagangan, orang-orang Arab dituntut untuk harus dapat bersentuhan dengan bangsa lainnya, dalam berkerjasama untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing bangsa. Hubungan kerjasama dalam perekonomian tersebut seperti dengan orang-orang Mesir kuno misalnya. Selain dengan Mesir, bangsa Arab terdahulu juga menjalin hubungan dengan beberapa bangsa lain, seperti Sumeria, Babilonia dan Assyiria.[17] Ini membuktikan bahwa dengan kepentingan berdagang, bangsa Arab dapat menjalin hubungan yang baik dengan bangsa lainnya. Ini mengakibatkan suatu efek yang baik pada saat Islam berkuasa di tanah Arab, sehingga mereka dapat meneruskan hubungan kenegaraan yang baik tersebut.
Kebiasaan orang-orang Arab dalam menghafal menjadi salah satu kelebihan mereka. Orang-orang Arab pada saat itu tidak diragukan lagi kelebihannya dalam hal ingat-mengingat akan sesuatu, kebiasaan dalam menghafal suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi, akan selalu mereka ingat untuk disampaikan kembali kepada publik. Contohnya seperti mereka suka dalam menghafal silsilah keturunan, syair puisi, cerita orang terdahulu, dongeng, peristiwa dan lain sebagainya. Kendatipun bangsa Arab masih buta huruf, tetapi mereka mempunyai ingatan yang amat kuat.[18] Kebanyakan dari mereka lebih suka menghafal lalu menyampaikannya kembali dalam bentuk berbicara, dibandingkan dengan menulis lalu membacanya. Sehingga kelebihan dalam hal menghafal tersebut sangat membantu pada saat Rasulullah saw menyebarkan ajaran Islam, contohnya seperti mereka mampu menghafal Al-Qur’an dan hadis-hadis dengan baik.
Kedermawanan juga termasuk kedalam salah satu kebiasaan dari orang-orang Arab pada saat itu. Kedermawanan orang Arab telah menjadi suatu kebudayaan yang biasa mereka lakukan untuk menunjukkan ketinggian derajatnya. Masyarakat Arab  juga ternyata memiliki nilai kebajikan yang tinggi, seperti: keberanian, loyalitas dan salah satunya adalah kedermawanan. Kedermawanan tampak dari kesediaannya mengorbankan untanya untuk menyambut tamu atau untuk kepentingan orang miskin dan yang membutukan bantuan[19] Ini mengartikan bahwa orang-orang Arab pada saat itu telah memiliki jiwa dermawan, yakni dilihat dari kesediaan mereka dalam menyambut dan membantu sesama mereka. Sehingga hal tersebut telah menjadi suatu hal yang sudah biasa jauh sebelum Islam datang.
Tradisi-tradisi nenek moyang, yang sangat orang-orang Arab patuhi dan pertahankan. Dari generasi terdahulu ke generasi penerus, mereka selalu melakukan apa-apa yang telah dilakukan orang-orang terdahulunya tersebut, mereka juga sangat kuat dalam berprinsip bahwa apa-apa yang telah dilakukan orang tua mereka terdahulu, merupakan suatu kebenaran. Contohnya seperti tradisi kehidupan, suatu tradisi kelompok bermasyarakat, suatu tradisi kebudayaan dan juga tradisi kepercayaan yang mereka anut. Tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan.[20] Ini mengartikan bahwa suatu informasi yang disampaikan oleh orang-orang terdahulu kepada mereka, mereka akan tetap mempertahankan dalam penyampaiannya ke generasi selanjutnya, dan biasanya informasi tersebut disampaikan dalam bentuk karya-karya sastra. Sehingga orang-orang Arab jahiliah dapat terus meneruskan kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah dilakukan orang-orang terdahulunya.
Salah satu kebodohan yang dilakukan bangsa Arab, yaitu tentang cara hidup mereka yang kejam. Kekejaman yang terjadi pada mereka menjadi hal yang telah biasa mereka lakukan pada saat itu, suatu kondisi juga yang membuat sehingga mereka seperti itu. Misalnya seperti membunuh, memperkosa, menjajakan perempuan, perbudakan dan sebagainya. Jahiliyah yang biasa diartikan sebagai masa kebodohan atau kehidupan barbar, dimana terlihat pada masyarakat Arab Selatan yang disebut masyarakat bodoh dan barbar karena tidak mampu baca tulis dan bersifat kasar dan kejam.[21] Berarti bahwa dalam berprilaku terhadap sesama manusia yang ditunjukkan masyarakat Arab Selatan, sehingga bangsa jahiliah juga disebut orang-orang barbar, dimana pada saat itu yang dimaksud dengan barbar terkenal dengan kasar kekejamannya. Mengakibatkan masyarakat Arab pra Islam dipandang sebagai masyarakat yang bodoh.
Kabilah-kabilah yang saling bermusuhan dan sulit untuk bersatu. Hal ini dikarenakan keegoisan yang dimiliki antar kabilah satu dengan kabilah lainnya, dan juga karena mempunyai rasa ingin menunjukkan bahwa kabilahnyalah yang paling berkuasa. Kabilah-kabilah yang sulit bersatu ini sering menimbulkan peperangan dan permusuhan. Adapun hari-hari orang Arab (Ayyam al Arab) merujuk pada permusuhan antar kabilah atau suku yang secara umum muncul akibat persengketaan seputar hewan ternak, padang rumput atau mata air.[22] Bahkan dalam permusuhan pun masyarakat Arab telah mempunyai hari-harinya, yang dikenal dengan hari permusuhan antar suku yang mempunyai pemerintahan atau antar suatu kabilah. Disebabkan oleh karena memperebutkan yang terkait dengan kebutuhan dan sumber mata pencaharian mereka, sehingga menjadi dampak mereka sulit untuk bersatu.
Masyarakat Arab tiap-tiap sukunya memiliki penguasa. Orang yang berkuasa didalam suku tersebut yaitu orang yang paling disegani diantara orang-orang di suatu suku tersebut, dan kekuasaan pada sistem politiknya hanya dipegang oleh kalangan-kalangan tertentu saja, sehingga kehidupan masyarakatnya hanya dibedakan oleh setatus sosial saja. Hal ini hanya didasarkan oleh sistem kekeluargaan bukan terletak pada kemampuan. Sehingga manusia hanya dibedakan antara tuan dan budak, atau pemimpin dan rakyat.[23]  Dalam hal ini masyarakat Arab beranggapan bahwa penguasa atau pemimpin suatu suku berarti tuan bagi mereka, dan rakyatnya selalu patuh kepada penguasa tersebut. Sehingga dalam penyebaran agama Islam peran penguasa di suatu daerah yang paling berpengaruh terhadap rakyatnya.   
            Masyarakat Arab juga telah mengenal kepercayaan-kepercayaan yang mereka anut dari turun-temurun. Sistem kepercayaan mereka telah ada sekitar sejak kehidupan nabi Ibrahim as, mereka juga memiliki banyak variasi kepercayaan yang mereka kenal lama, dan menjadi sebuah keyakinan yang mereka anut. Contohnya kepercayaan seperti menyembah berhala-berhala, selain itu ada juga keyakinan agama-agama terdahulu yang mereka kenal dari leluhurnnya terdahulu. Seperti dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 170 : “Dan apabila dikatakan kepada mereka : Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab : (Tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami, (apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.”[24] Ini berarti mereka berpandangan bahwa mereka sangat teguh memegang prinsip apa-apa yang mereka ketahui dari nenek moyang mereka. Akibatnya mereka sulit menerima akan suatu kebenaran.
            Pengaruh ajaran agama yang masyarakat Arab, pada saat itu meyakininya. Ajaran agama tersebut hanya minoritas orang yang meyakininya dari mayoritas yang menyembah berhala, mereka telah tersebar di beberapa daerah di jazirah Arab dan menetap, ajaran agama tersebut mereka yakini berasal dari utusan dan tuhan mereka, seperti contohnya agama Yahudi dan Nasrani yang disebut orang-orang Ibrani. Gambaran bahwa orang Ibrani berasal dari gurun, banyak diungkap dalam perjanjian lama.[25] Ini berarti agama Yahudi dan  Nasrani berasal dari daerah gurun yang berasal dari orang-orang Ibrani, yang berada di dekat sekitar jazirah Arab, lalu tersebar melalui hubungan-hubungan kedekatan, mereka pun menetap di sekitar jazirah Arab. Sehingga daerah jazirah Arab sebelumnya telah tersebar agama-agama tersebut, sebelum datangnya ajaran Islam.

IV. Perkembangan Kebudayaan Arab pra Islam Setelah Masuknya Ajaran Islam
Menghormati tamu adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan orang-orang Arab. Menjamu seseorang yang berkunjung kerumah si tuan rumah, atau pun tamu yang memang sengaja berkunjung sebagai penghormatan yang diundang oleh tuan rumah, menjadi sesuatu hal yang sudah biasa di kalangan masyarakat Arab. Dengan cara seperti menghidangkan makanan untuk disantap bersama misalnya. Begitu juga ketika kebiasaan orang Arab jahiliah suka menghormati tamu, wanitanya menutup aurat, sebagai suatu kebiasaan identitas kebangsawanan Arab.[26] Masyarakat Arab terdahulu melakukan penghormatan kepada tamunya, dan juga wanitanya menutup aurat adalah merupakan suatu tanda dari identitas kebangsawanan orang Arab. Sehingga hal tersebut dapat diterima oleh ajaran Islam, namun bukan sebagai identitas kebangsawanan, akan tetapi menjadi salah satu kewajiban.
            Mengelilingi Ka’bah adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan orang Arab untuk melakukan ibadah haji. Sejak dahulu masyarakat Arab yang berkunjung ke Mekah, pastilah mereka berkunjung ke sekitar Ka’bah, untuk melakukan ibadah haji yang telah diajarkan oleh nabi Ibrahim as. Ibadah haji bukanlah kebiasaan yang diwariskan oleh orang Arab jahiliah, namun merupakan salah satu ajaran yang dibawakan oleh nabi Ibrahim dan diteruskan oleh nabi Muhammad saw dan dijadikan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima.[27] Sejak dahulu orang-orang Arab sudah terbiasa melakukan ibadah haji, akan tetapi hal tersebut bukanlah berasal dari warisan orang-orang jahiliah, yang sekaligus mereka menyembah berhala, yang berada disekitaran Ka’bah, yakni hal tersebut berasal dari ajaran nabi Ibrahim as yang mereka pertahankan. Sehingga ibadah haji menjadi salah satu rukun Islam.
            Ka’bah selain menjadi objek yang harus dikunjungi, Ka’bah juga dijaga keberadaannya dan dirawat. Orang-orang Arab yang berada disekitar Ka’bah, mereka senantiasa menjaga dan terbiasa melakukan perhatian untuk merawatnya. Bahkan jika ada penguasa suku lain yang akan menghancurkan Ka’bah, maka mereka akan menjaganya dan memperjuangkan akan keamanan dari Ka’bah tersebut. Seperti contohnya pada saat terjadi penyerangan Ka’bah oleh pasukan Gajah yang di abadikan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an surah Al-Fil ayat 2: “Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan ka’bah) itu sia-sia.[28] Walaupun pasukan yang akan menyerang Ka’bah itu sia-sia karena perlindungan dari Allah, akan tetapi orang-orang di sekitaran wilayah Ka’bah, telah bersiap-siap untuk berperang untuk mempertahankan dan menjaga Ka’bah tersebut. Sehingga tradisi perawatan Ka’bah tetap dilangsungkan dan dijaga sampai saat ini.
Sejak dahulu Bangsa Arab telah mengenal sistem dalam berpolitik. kondisi politik pada masa Arab pra islam masih sangat kacau. Belum ada keteraturan dalam mengelola dan menyeimbangkan politik yang ada pada saat itu. Sistem politik yang digunakan masih menganut sistem politik diktator. Akan tetapi dengan kehadiran islam, sistem berpolitik yang telah diajarkan nabi Muhammad saw, menjadi lebih membaik dibandingkan dari sebelumnya, beliau saw membentuk sebuah pemerintahan lokal yang didirikannya atas pandangan kenabiannya.[29]  Ini berarti Rasulullah saw melakukan perubahan dalam berpolitik kepada bangsa Arab untuk kepentingan umatnya juga berdasarkan pandangan kenabiannya. Hasilnya peradaban Madinah menjadi contoh tatanan pemerintahan yang terbaik hingga saat ini.
Masyarakat Arab pra Islam kurang begitu memahami manfaat untuk bersoialisasi. Ini ditunjukan ketika mereka saling bermusuhan antar kabilah satu dengan yang lainnya, sehingga sering terjadi perang. Dengan munculnya Islam, Islam datang untuk merubah tatanan sosial yang kacau itu. Pembinaan yang dilakukan Nabi saw terhadap masyarakatnya, dengan cara mempersaudarakan dan menyatukan mereka tanpa perbedaan. Semua yang dikerjakan beliau adalah membangun tatanan sosial yang adil dan mandiri pada masyarakat Madinah.[30] Seperti itulah Rasulullah saw membangun daerah Madinah dengan mempersatukan kabilah-kabilah yang saling berselisih dan membangun masyarakatnya agar selalu mandiri untuk kesejahteraannya. Sehingga tidak ada yang merasakan ditidak-adilkan atas kepemimpinan beliau, dan Madinah menjadi daerah yang sejahtera.
Dalam berekonomi bangsa Arab mengandalkan berdagang dan berternak. Perdagangan merupakan sarana yang paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup, akan tetapi pada zaman jahiliah masih berlakunya riba, penipuan dan penindasan dalam berekonomi. Rasulullah saw melakukan pembaharuan dengan cara menghapus semua pelanggaran itu lalu memasuki bidang pertanian dan perniagaan. Tujuannya agar rakyat yang miskin, bisa merasakan kehidupan yang berkah, dari rezeki yang Allah swt berikan, melalui perantara pemberian atau bantuan dari orang-orang kaya. Agar mereka tidak saling iri, sang miskin iri dengan sang kaya, tumbuhnya kehidupan yang harmonis antara keduanya dan kehidupan yang damai.[31] Artinya bahwa, beliau saw juga mengajarkan keadilan dalam berekonomi dengan baik, yang bertujuan untuk menyukseskan kesejahteraan bersama. Sehingga umat Islam dapat meraih kesuksesan dalam berekonomi, akan ajaran-ajaran yang beliau saw ajarkan.
Kebiasaan yang biasa dilakukan masyarakat Arab jahiliah adalah suka berfoya-foya. Kebiasaan menghambur-hamburkan harta yang dimilikinya, menghabiskan harta sesukanya dan sepuas-puasnya, tanpa ada manfaat yang ia peroleh. Dengan berbelanja secara berlebihan atau berpesta-pora untuk kemaslahatan yang buruk. Larangan mengahambur-hamburkan harta terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 27: ”Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada tuhannya.”[32] Allah swt dalam firmannya, seorang pemboros adalah perbuatan yang sangat ingkar karena diperbandingkan dengan syaitan, Jelas dalam Al-Qur’an bahwa Islam melarang berprilaku boros. Sehingga nabi Muhammad melarang kepada umatnya untuk berprilaku tersebut.
Kebudayaan berjudi juga biasa dilakukan oleh orang Arab jahiliah. Kebiasaan berjudi membuat masyarakat Arab pada saat itu menjadi malas untuk bekerja, prilaku buruk tersebut terkadang dilakukan bersamaan dengan kebiasaan buruk lainnya. Ketiga perbuatan buruk ini dilakukan bersamaan, yang semula berjudi lalu hasil judinya untuk membeli hewan, kemudian di potong dagingnya lalu dimakan bersma-sama dengan bersenang-senang dan minum arak sampai mabuk. Larangan berjudi ini tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Maaidah ayat 90: “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”[33] Allah swt memperingatkan kepada orang beriman bahwa perbuatan keji itu perbuatan syaitan, dan berjudi adalah salah satunya, karena tidak akan mendapat keuntungan didalamnya. Sehingga orang-orang Arab yang telah beriman, mulai berangsur-angsur mengurangi dan menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.
Begitu juga dengan kebiasaan meminum minuman khamr. Seperti dijelaskan pada ayat Al-Maaidah ayat 90 diatas, yaitu juga sama-sama dilarang hukumnya. Cara-cara mereka menghilangkan rasa haus mereka, yakni kebiasaan dengan memjadikan minuman keras sebagai air penambah kekuatan dalam tubuh mareka. Alasan yang menjadikan orang-orang Arab meminum minuman keras tersebut, kerena belum terdapat larangan dalam meminumnya dan juga mereka tidak mengetahui akibat dari minum minuman keras.[34] Ini berarti orang-orang Arab tidak mengetahui, bahwa minuman khamr dapat membahayakan bagi tubuhnya. Namun setelah mengetahui adanya larangan meminum minuman keras tersebut, mereka mulai menghentikan kebiasaannya tersebut, walaupun meminum minuman khamr tersebut paling mereka sukai.

V. Penutup
          Pada bagian ini, akan menjelaskan secara singkat bagaimana kebudayaan Arab pra Islam. Ternyata dari sejumlah kebudayaan-kebudayaan Arab pra Islam, kebudayaan bangsa Arab bersumber dari tradisi-tradisi yang mereka lestarikan dari leluhurnya, selain itu kebiasaan yang mereka lakukan juga menyangkut dengan kondisi dan persaingan di suatu daerah yang mereka tempati dan untuk mejawab tantangan pada zamannya, juga pengaruh-pengaruh luar pun ikut serta mempengaruhi kebudayaan tersebut. Budaya adalah apa-apa yang tidak bisa dipisahkan dalam diri manusia yang berperadaban. Sehingga bangsa Arab, sebagai bangsa Arab yang berbudaya, terbentuklah suatu kebudayaan-kebudayaan di Jazirah Arab yang mempunyai bermacam-macam kebudayaan, yang menyangkut dengan kebiasaan orang-orang Arab pada saat itu. Namun kebudayaan pada saat itu lebih populer, sering disebut dengan kebudayaan Jahiliah. 
            Islam kemudian hadir mewarnai kebudayaan Arab Jahiliah ini. Namun sebelum Islam hadir di Jazirah Arab, tentunya kebudayaan Jahiliah pun ikut serta mempengaruhi dalam proses penyebaran ajaran Islam. Dan begitu pun sebaliknya, Islam juga mempengaruhi dan memperbaiki kebudayaan-kebudayaan buruk yang biasa dilakukan orang-orang Arab jahiliah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selanjutnya akan dijawab tiga pertanyaan yang diajukan pada bagian pendahuluan. Pertama, Kebudayaan bangsa Arab pra Islam penuh dengan budaya-budaya yang bersifat penyimpangan. Penyimpangan tersebut adalah dikarenakan oleh beberapa faktor mendasar, yaitu: karena telah lama tidak mempunyai utusan untuk mereka ikuti sebagai contoh teladan, dan tidak memiliki kitab suci sebagai petunjuk. Oleh sebab itu masyarakat Arab sebelum mengenal Islam, selalu dalam kegelapan dalam mencari tujuan hidupnya. Sehingga muncullah budaya-budaya yang sesuai dengan apa yang mereka pikirkan atas nafsu, dan apa yang ingin mereka lakukan. Ini menimbulkan berbagai macam budaya yang memprihatinkan, sehingga disebut dengan zaman jahiliah. Selain itu faktor kondisi geografis juga mempengaruhi akan watak bangsa Arab ini.
Kedua, Kebudayaan Arab lokal juga mempengaruhi dalam proses penyebaran ajaran agama Islam. Lahirnya Islam ditengah-tengah bangsa Arab dengan kebudayaannya yang bermacam-macam, sehingga memberikan rintangan dalam penyebarannya. Islam mencoba memberanikan diri dalam menyebarkan ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad saw melalui dakwahnya, walaupun disekitarnya banyak yang memerangi keberadaannya. Namun dengan kesungguhan, dalam penybarannya agama Islam dapat memperoleh kesuksesan dan kejayaan. 
Ketiga, Perkembangan kebudayaan setelah mengenal Islam, mengalami pembaharuan kepada budaya-budaya yang lebih baik. Dengan aturan-aturan yang diajarkan Islam, masyarakat Arab berhasil membangun bangsanya, yang tadinya berada dalam keterpurukan, namun dapat bangkit dengan perubahan-perubahan yang diajarkan agama Islam. Dan memberikan peningkatan akhlak dan moral ke arah yang lebih baik.
Temuan baru yang tidak sempat tercantum di pembahasan, tentang kebudayaan Arab pra Islam. Ternyata orang-orang Arab pada saat itu mempunyai kebiasaan di bidang seni musik dalam menyanyikan lagu-lagu, seperti lagu kebangsaan, lagu puji-pujian, dan lagu untuk sambutan. Kebiasaan tersebut diduga berasal dari orang-orang Nasrani yang kemudian tinggal di jazirah Arab, karena orang-orang Nasrani yang kegemarannya menyanyikan lagu-lagu rohani.
Adapun penulis akan memberikan saran, yang bertujuan supaya pembaca dapat mengambil hikmah setelah membaca makalah ini. Kita dapat mengambil contoh, seperti yang dilakukan bangsa Arab Jahiliah yang bangkit dari keterpurukan kebudayaan yang terbelakang, dengan mengikuti cahaya petunjuk dan ajaran dari nabi Muhammad saw, mereka dapat bangkit dan menjadi bangsa berhasil, menghadapi perubahan ke arah yang lebih baik. Ternyata walaupun dalam keadaan segelap apapun diri manusia, yakni kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah melekat dan tak terpisahkan dalam diri. Akan tetapi, jika kita menuju cahaya yang terang, lalu memperbaiki kebiasaan buruk tersebut dengan suatu kebaikan, lalu melakukan usaha nyata untuk mencapainya, maka Insya Allah semuanya akan tercapai suatu keberhasilan ke arah yang lebih baik. Sekian, mohon maaf apabila dalam penulisan dan materi makalah ini terdapat kesalahan, itu semua adalah suatu proses pembelajaran bagi penulis. Terimakasih.









KEPUSTAKAAN

A.Myers, Eugene, Zaman Keemasan Islam, Yogyakarta: Fajar Puataka Baru.

Al-Usri, Ahmas, Sejarah Islam sejak zaman Nabi Adam hingga abad XX,  Jakarta:         Akbar
media eka sarana 2003.

Amin, M.Rusli, Hijrah, Rahasia Sukses Rasulullah saw. Al-Nawardi Prima, 2009.

ayasukarya.blogspot,com/2011/01/islam-ditijau-dari-aspek-budaya-lokal.html

Bakhri, Syamsul, Peta Sejarah Peradaban Islam.

darielszone.blogspot.com/2014/02/jazirah-arab-sebelum-islam.html

Departeman Agama RI Direktorat Jendral pembinaan kelembagaan Agama Islam,
2002.

Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI,
Sejarah kebudayaan Islam III, Jakarta: 1997

id.m.wikipedia.org

K. Hitti, Philip,  History Of The Arabs, New York: Palgrave Macmillan, 2002.

Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan
Terjemahannya,Bandung: Gema Risalah Press Bandung 1992.

m.facebook.com/notes/islam-menjawab-hujatan/menjawab-tuduhan-ibadah-haji
mencontek-ritual-pagan/217641204966640

Mardan, Al-Qur’an Sebuah Pengantar, Jakarta: Mazhab Ciputat, 2010.

msubhanzamzami.wordpress.com/2010/10/18/kondisi-arab-pra-islam-dalam-
aspek-sosial-budaya-agama-ekonomi-dan-politik/

Rahman Al-Mubarakfury, Shafiyyur, Sirah Nabawiyah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,
2010.

sejarah.kompasiana.com/2013/04/02/kebudayaan-jahiliah-dan perkembangan
islam-547561.html

Taqiyudin, Achmad, dkk, Antara Mekah dan Madinah, Jakarta: Erlangga, 2009.

www.raocities.com/Athens/marathon/9042/jahiliah.html


[1] Tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam dengan dosen pembimbing Muhammad Rais, M.Ag. pada Bulan April 2014 di Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Sorong, Papua Barat.
[2] Lahir di Garut Jawa Barat, tahun 1993,  Mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Sorong, Papua Barat.
[3] Departeman Agama RI Direktorat Jendral pembinaan kelembagaan Agama Islam2002. Hal.12
[4] Menurut Ibnu Hisham (w 218 H), Lihat di msubhanzamzami.wordpress.com/20 10/10/18/kondisi-arab-pra-islam -dalam-aspek-sosial-budaya-agama-ekonomi-dan-politik/
[5] sejarah.kompasiana.com/2013/04/02/kebudayaan-jahiliah-dan-perkembangan-islam-547561.html
[6] Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, Sejarah kebudayaan Islam III, (cet 1; Jakarta: 1997). H. 11
[7] Philip K. Hitti, History Of The Arabs,(Cet,10:New York; Palgrave Macmillan, 2002)
[8] Id.m.wikipedia.org/wiki/Berhala_(Islam)
[9] Philip K. Hitti, Op.,Cit.
[10] Ibid.
[11] Philip K. Hitti, Op.,Cit.
[12] Departeman Agama RI Direktorat Jendral pembinaan kelembagaan Agama Islam2002. hal. 12
[13] Darielszone.blogspot.com/2014/02/jazirah-arab-sebelum-islam.html
[14] Mardan, Al-Qur’an Sebuah Pengantar, (Jakarta; Mazhab Ciputat , 2010).,hal.7.
[15] Muzhir, jilid 11, hal . 235. Lihat di Philip K. Hitti. Op.,Cit.
[16] www.raocities.com/Athens/marathon/9042/jahiliah.html
[17] Philip K. Hitti, Op.,Cit.
[18] Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Gema Risalah Press Bandung:1992),.hal.21.
[19] Philip K. Hitti, Op.,Cit.
[20] Id.m.wikipedia.org/wiki/Tradisi
[21] Lihat Ahmas Al-Usri, Sejarah Islam sejak zaman Nabi Adam hingga abad XX, cet. 1; Jakarta: Akbar media eka sarana 2003. h. 108.
[22] Philip K. Hitti, Op.,Cit.
[23] Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, (cet. XXXIII; Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), hal.19.
[24] Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia. Op.Cit.hal.41.
[25] Hosea. 9: 10; Yeremia 2; 2: Yoel. 32: 10, dan lain-lain. Lihat di Philip K. Hitti, Op.Cit
[26] ayasukarya.blogspot,com/2011/01/islam-ditijau-dari-aspek-budaya-lokal.html
[27] m.facebook.com/notes/islam-menjawab-hujatan/menjawab-tuduhan-ibadah-haji-mencontek-ritual-pagan/217641204966640
[28] Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia. Op.Cit
[29] Syamsul Bakhri, Peta Sejarah Peradaban Islam, hlm. 26.
[30] Achmad Taqiyudin, dkk, Antara Mekah dan Madinah, (Jakarta: Erlangga, 2009),.hal. 107.
[31] M.Rusli Amin, Rahasia Sukses Rasulullah saw. (Cet 1. AL-NAWARDI PRIMA. 2009). Hal 78
[32] Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia, Op.,Cit.hal.428
[33] Ibid.,hal.176
[34] Eugene A. Myers, Zaman Keemasan Islam, (cet 1;Yogyakarta:Fajar Puataka Baru, 30003).hal. 120

mahasiswa stain sorong


acuy avengers


Thursday, 20 March 2014

Makalah Internet dan Remaja

INTERNET DAN REMAJA;
Penggunaan Internet serta Kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Remaja Saat Ini

MAKALAH
Mata Kuliah :
MKTI

Dosen :
Muhammad Rais, S.Ag., M.Ag.

Oleh :
Nurul Hakin Sulasikin
NIM. SYA . 135031

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SORONG PAPUA BARAT
2014
INTERNET DAN REMAJA;
Penggunaan Internet serta Kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Remaja Saat Ini
Nurul Hakin Sulasikin,
Abstract: Internet (Interconnected Networks) adalah suatu jaringan yang saling berhubungan. Sehingga dapat di artikan sebagai jaringan komputer yang menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya di seluruh dunia, di mana terdapat banyak informasi di dalamnya. Remaja merupakan pengguna yang lebih akrab dengan internet. Internet telah memberikan pengaruh terhadap remaja saat ini. Isu yang menarik dalam kajian ini adalah semakin maraknya pengguna internet di kalangan remaja. Dan adanya dampak negatif, karena informasi yang terdapat dalam internet sulit untuk di batasi, walaupun sebenarnya banyak juga dampak positif dengan tersedianya internet dengan infomasi-informasi di dalamnya. Tujuan dari riset ini yaitu untuk mencari pengaruh internet dan berbagai kecanggihan teknologi internet masa kini terhadap remaja. Karenanya untuk mengupas isu ini di gunakan metode-metode penelitian yaitu : 1 wawancara (wawancara secara lansung maupun online), 2 pengamatan (pengamatan yang sedang terjadi dan pengalaman pribadi) dan 3 dokumen (buku, makalah, modul, majalah dan artikel internet), Analisa ini untuk mengungkap kesadaran remaja dan orang-orang sekitar agar dapat mengawasi pengaruh terhadap teknologi internet. Hasil riset ini menunjukan bahwa adanya kebutuhan remaja terhadap internet, pengaruh dari internet dan kemajuan teknologi internet terhadap remaja.



Key words : Internet, Teknologi, Penggunaan, Informasi dan Komunikasi, Remaja.

BAB I Pendahuluan
Internet merupakan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai sarana untuk mendapatkan dan memberikan informasi dengan mudah, Selain itu internet juga sebagai sarana komunikasi yang biasa di gunakan mayoritas masyarakat saat ini. Dengan saling terhubungnya jaringan komputer satu sama lain secara meluas ke seluruh dunia, menggunakan kinerja dari perangkat keras dan perangkat protokol. Internet mencakup segala sesuatu secara luas baik itu komputerisasi maupun komunikasi. kecanggihan teknologi internet telah memberikan suatu pengaruh terhadap penggunanya. Seseorang dapat dengan cepat dan mudah dalam berkomunikasi.
Setelah penemuan komputer pada tahun 1960-an dan terus berkembang sehingga melahirkan teknologi internet. Pada mulanya internet merupakan proyek dari ARPANET di Amerika Serikat, yang di gagas oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Dalam proyek tersebut maka terbentuklah cikal bakal dari TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Komunikasi dapat dilakukan dengan jarak yang jauh melalui saluran telepon. Pada masa itu internet di tujukan untuk kepentingan militer. Namun seiring bejalannya waktu dan perkembangan teknologi internet yang semakin di sempurnakan, internet pun berkembang untuk pendidikan formal dan umum. Sehingga pertumbuhan pengguna internet semakin melesat perkembangannya, bahkan sampai saat ini mayoritas remaja seluruh dunia terhubung dengan internet.
Berbagai keunggulan yang dapat diperoleh dari internet sebagai sarana pendukung kebutuhan remaja. Salah satu keunggulan dari internet adalah dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi secara global. Dalam dunia internet komunikasi dengan pengguna di belahan dunia, dapat dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Internet begitu memukau dan begitu cepat berkembang dengan varian-varian programnya. Juga telah mampu menciptakan dunia baru dalam realitas kehidupan manusia, yaitu realitas materialistis yang tercipta dalam dunia maya. Dengan kemampuan penciptaan ruang-ruang maya (bandwith). Teknologi yang dapat menembus time and space itu, bukan sebuah omong kosong. Sesungguhnya remaja pengguna internet juga dapat terhibur dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki internet, sebagai sarana untuk mengisi waktu luangnya. Akan tetapi selain keunggulan dari internet, tentunya ada juga kelemahan akan hadirnya internet. Sehingga para remaja dengan mudahnya terjebak pada belenggu teknologi tersebut.
Saat ini peranan internet menjadi sangat penting. Peranan internet sebagai sumber serta sarana pertukaran data dan informasi, artinya internet dapat menyimpan berbagai jenis informasi dalam jumlah yang tidak terbatas, serta dapat saling menukar data dan informasi. Komputer yang terhubung ke internet dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya, yang sama-sama juga terhubung dengan internet. Dua peranan internet yang sangat penting adalah internet sebagai sumber dan sarana pertukaran data dan informasi. Karena itu internet menjadi kebutuhan saat ini khususnya para pelajar, baik itu siswa atau pun mahasiswa untuk memperluas wawasannya. Dapat pula sebagai media komunikasi hiburan yang sedang populer akhir-akhir ini di kalangan remaja, yaitu seperti sosial network, game on-line dan lainnya. Mengakibatkan semakin akrabnya teknologi internet dan remaja yang menggunakannya. Karena semakin ketergantungannya terhadap internet, sehingga remaja dapat di katakan sebagai pecandu internet.
Internet sebagai sebagai wadah informasi dan media komunikasi, diharapkan dapat memberikan manfaat atau dampak positif. Dewasa ini kebutuhan media internet sudah merupakan kebutuhan pokok bagi remaja. Dengan layanan yang diberikan internet yaitu e-mail, Netnews, Telnet, File Transfer Protocol (FTP) dan world wide web (www). Dukungan teknologi-teknologi yang semakin berpengaruh terhadap kemajuan internet. Media komunikasi yang terdapat di masyarakat, harus kita pergunakan sebaik mungkin relevan dengan tujuan kita melaksanakan komunikasi. Maka dengan cara penggunaan media komunikasi dengan sebaik-baiknya, memungkinkan media tersebut dapat memberikan dampak positif. Sehingga para remaja, sebelum menggunakan internet harus juga dibekali dengan pengetahuan tentang internet.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah pokok yang ada di dalam artikel ini adalah mengapa akhir-akhir ini remaja selalu menggunakkan internet dalam kesehariannya? Untuk menjawab masalah pokok tersebut maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Mengapa internet menjadi kebutuhan bagi remaja saat ini?, Apa saja dampak positif dan negatif internet bagi remaja?, mengapa perkembangan teknologi internet begitu pesat?. 

BAB II Pembahasan
I.       Internet menjadi Kebutuhan Remaja
Internet dan Pengetahuan Remaja
Remaja mencari informasi-informasi terkini atau sedang populer. Untuk mencari informasi tersebut remaja biasanya lebih sering menggunakan media internet dibandingkan dengan media lain, karena begitu mudahnya mengakses internet dengan berbagai teknologi internet. Yaitu berbagai informasi tentang yang mereka sukai atau mereka idolakan, baik dari lokal maupun luar negeri, contohnya seperti seleberitis, artis, pemain dan klub olahraga, musik, kartun animasi, dan lain sebagainya. Tanpa seorang idola mungkin hidup seperti tanpa tujuan bagi remaja. Internet adalah suatu media yang dapat mencakup semua aspek dalam pengetahuan dan hiburan. Hal ini berarti internet adalah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan hiburan akan informasi yang dibutuhkan remaja, untuk mengupdate informasi terbaru yang sedang digemari. Hal ini membuat remaja dapat menyalurkan bakat mereka dalam bidang non-akademis, sehingga dapat membuat remaja tidak bisa terlepas dari internet.
Sebagai media sosialisasi tanpa batas bagi remaja, internet menjadi salah satu media sosialisasi yang saat ini telah menjadi sesuatu hal yang tidak asing di kalangan remaja. Dan sebagai komunikasi jarak jauh, internet menjadi tambahan wawasan tentang pengetahuan cara berkomunikasi menggunakan teknologi modern saat ini. Setiap harinya informasi yang terdapat pada internet, terus-menerus adanya pembaharuan-pembaharuan. Karena dalam internet terdapat interaksi satu dengan yang lainnya. Media massa merupakan agen sosialisasi yang semakin kuat peranannya. Media massa, baik media cetak seperti surat kabar dan majalah maupun media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Internet menjadi salah satu agen sosialisasi, salah satu peminatnya adalah kalangan remaja yang sering berinteraksi melalui internet. Dan peranannya terus mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena peminat atau pengguna internet semakin bertambah.
Tambahan ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah, praktis dan cepat. Para remaja tentunya menyukai akan sesuatu hal yang mudah, praktis dan cepat, dengan tersedianya internet tentunya para remaja tidak terlalu direpotkan untuk mencari ilmu pengetahuan, remaja pemalas sekalipun lebih berminat mebuka halaman di internet, dibandingkan dengan membaca buku. Tentunya di sini internet setidaknya dapat memberi ilmu pengetahuan kepada remaja yang malas membaca buku, biasanya dengan hanya melihat buku tebal saja mereka akan menghindar dan memalingkan mukanya ke arah yang lain. Membuka halaman di internet, walaupun ilmu pengetahuan yang di butuhkan remaja kurang memadai dibandikan isi dari buku, akan tetapi menggunakan internet dianggap lebih praktis, cepat waktu dan lebih murah.  Hanya dengan “mengklik” di komputer yang sedang terhubung dengan jaringan internet maka akan keluarlah informasi yang dibutuhkannya. Kemudahan akses menjadi salah satu prinsip dalam pemilihan media pembelajaran, kemudahan akses juga berhubungan dengan lokasi dan kondisi media. Akses internet yang mudah dapat dimanfaatkan sebagai prinsip media pembelajaran, karena kemajuan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga di perlukan penggunaan dengan sebaik mungkin. Dapat menjadi media pembelajaran, disebabkan minat dari kalangan remaja yang begitu besar pada internet.
Sarana Komunikasi  
Pergaulan remaja dapat berkomunikasi melalui media sosial pada internet. Media sosial atau dalam bahasa inggris disebut social media yang terdapat pada internet adalah sebuah media online. Dengan para penggunanya yang bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, konten dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan. Komunikasi massa adalah proses penyebaran beragam pesan oleh komunikator melalui media massa yang diterima secara serempak oleh khalayak sasaran dengan tujuan menimbulkan efek tertentu. Hal ini berarti bahwa tanpa disadari para remaja sedikitnya telah mempunyai pengetahuan tentang komunikasi massa dan telah mengetahui cara penggunaannya, atau mengetahui cara pemanfaatan internet sebagai media komunikasi. Sehingga mereka dapat mengetahui tujuan dirinya menggunakan internet bukan hanya mendapatkan informasi saja, akan tetapi juga dapat berbagi informasi seperti pendapat, pernyataan, konten, profil dan dapat saling berinteraksi di dalamnya.
Berkomunikasi dengan hal yang lebih unik dan menarik. Misalnya dengan melakukan chatting, berkomunikasi dengan seseorang atau kelompok orang di dunia maya. Salah satu bentuk layanan internet selain dari pada blog adalah social network atau biasa disebut sebagai jaringan sosial, yang ditujukan untuk komunitas online di dunia. Juga dapat berkomunikasi dengan berbagai fitur-fitur menarik yang telah disediakan oleh situs-situs sosial network. Dalam internet berkembang berbagai program lain, yang pada dasarnya menjadi aplikasi komunikasi antar sesama masyarakat maya. Untuk mencapai tingkat efektifitas yang tinggi sebagai hasil dari komunikasi, harus kita sadari bahwa komunikan memiliki sifat selektif terhadap media massa mana yang dipilihnya dan pesan apa yang akan dipilihnya atau disukainya. Ternyata saat ini cara- cara berkomunikasipun begitu berfariasi. Akan tetapi, dengan begitu hasilnya para remaja dengan begitu mudah mempelajari cara-cara berkomunkasi dengan layanan yang telah tersedia di internet.
Sebagai sarana komunikasi yang interaktif. Internet sebagai salah satu teknologi digital untuk sarana komunikasi, terus mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya dapat berkomunikasi lewat tulisan dan gambar, akan tetapi komunikasi melalui suara dan video juga bisa dilakukan dengan lebih cepat. Jenis komunikasi dan sarana yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan internet, misalnya seperti Internet Protocol (IP), E-mail, Chatting, Online Media, forum (komunitas online), video chat dan media sosial. Komunikasi menunjukkan suasana aktif, diawali dari seorang komunikator menciptakan dan menyampaikan pesan, menerima umpan balik, dan begitu seterusnya yang pada hakikatnya menggambarkan suatu proses yang senantiasa berkesinambungan. Bahwa internet juga termasuk sebagai sarana komunikasi senantiasa berkesinambungan karena adanya timbal balik, apalagi dengan pemanfaatan internet yang lebih canggih. Sehingga bermunculan produk-produk aplikasi terbaru, baik itu aplikasi komputer maupun aplikasi dari smartphone. Dan menyebabkan para remaja lebih terpesona akan kehadiran pemanfaatan dari internet tersebut.
Sebagai Hiburan
Layanan game online sebagai media hiburan bagi remaja. Dunia virtual, replika lingkungan 3D (Tiga Dimensi), dimana pengguna bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar atau tokoh animasi bergambar 3D yang diinginkannya, serta dapat berinteraksi dengan orang lain selayaknya seperti di dunia nyata. Sebuah permainan yang bisa dimainkan dalam suatu jaringan baik LAN (Local Area Network) maupun online. Melalui server, yaitu penyedia layanan game yang merupakan dasar agar pengguna permainan dapat terhubung ke internet, sehingga dapat memainkan suatu permainan online. Menurut Abdul Aziz, remaja dapat kecanduan atau ketagihan karena sesuatu hal yang tidak dapat dijelaskan. Hal ini dapat diketahui bahwa dengan bermain game online seseorang dapat terfokus berimajinasi kepada game yang ia mainkan, karena berlanjutnya permainan tersebut. Dalam game online tidak terdapat suatu episode atau akhir game, sehingga permainan tersebut tetap berlanjut tanpa ada ujung dari permainan tersebut. Apalagi dilengkapi dengan suatu interaksi sosial dalam dunia maya, seperti halnya dalam dunia nyata, hal tersebut menjadi sesuatu yang menjadi seseorang tidak bosan bermain game online.
Saling berbagi dan menerima hasil dari inspirasi atau curhat (curahan hati) dengan cara yang unik. Dimana para remaja dapat saling menukar hasil dari sebuah inspirasi atau hanya sekedar mencurahkan isi hatinya dalam bentuk konten maupun teks. dalam bentuk karya-karya konten misalnya rekaman musik, video, gambar animasi dan gambar desain. Dan dalam bentuk teks seperti karya tulis ilmiah, puisi, cerita dan lain sebagainya. Ada pula jika dalam sebuah social network seperti facebook contohnya, yaitu biasanya para remaja saling berbagi status terkini dan komentar dengan berbagai kejadian yang sedang dialaminya. Agar teman-teman di fecebook mengetahui apa yang sedang kita lakukan, untuk saling berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan dan berbagi informasi. Hal tersebut berarti para remaja dapat saling berbagi dan berinteraksi di media sosial, hanya sekedar saling sharing untuk mengetahui informasi terkini. Akhirnya para remaja ini di setiap waktunya, mereka akan meluangkan waktu untuk menulis di media sosial, tentang apa yang sedang dikerjakannya atau kejadian apa yang mereka alami.
Remaja merasa terhibur atau merasakan kepuasan tersendiri, karena kebutuhan dan keinginannya terpenuhi. Tentunya internet memberikan hiburan tesendiri bagi remaja yang ingin mendapatkan suatu informasi atau data yang dibutuhkan, dengan cara mendownloadnya atau hanya sekedar melihatnya saja. Begitu pula sebaliknya, yaitu dengan mengunggah suatu informasi atau data yang ingin diterbitkan ke internet, agar dapat dilihat banyak orang yang berkunjung ke internet. Menurut Ali Jamaludin, ia merasa puas menggunakan internet, karena lebih cepat mendapat informasi yang ia butuhkan. Maka internet akan memberi kepuasan apabila akses koneksi internet berjalan dengan lancar dan cepat. Begitu pula dengan game online yang memerlukan koneksi yang cepat, apabila koneksinya macet maka akan menimbulkan kekecewaan kepada si pengguna layanan tersebut. Dapat dikatakan kecepatan koneksi adalah salah satu kepuasan dalam menggunakan internet.

II.      Pengaruh Terhadap Remaja
Dampak Positif
Internet sebagai sumber pembelajaran dan pendidikan. Salah satu bidang yang tersentuh dampak perkembangan teknologi adalah dunia pendidikan. Manfaat internet bisa digunakan sebagai pendorong majunya pendidikan, bahkan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan peguruan tinggi menyediakan lahirnya sistem pembelajaran berbasis jaringan ini. Pengaruh ini untuk membuat internet dapat digunakan lebih maksimal kegunaannya dengan sebaik mungkin. Sebagai sarana untuk memotivasi, media tukar-menukar informasi. Sebagai sarana untuk suatu proses kombinasi penggunaan ilmu dan teknologi, tentunya ini akan membuat remaja semakin kreatif dalam menggunakan internet, untuk menyalurkan daya kretifitas mereka. Menurut kamus Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar. Dikatakan bahwa teknologi informasi sebagai studi agar dapat dapat menggunakan peralatan elektronika dengan baik. Hal ini tentu diperlukan pengetahuan tentang cara agar dapat mengambil manfaat-manfaat dari penggunaan teknologi tersebut. Sehingga mereka tidak gaptek (gagap teknologi) dalam mengikuti pesatnya perkembangan zaman.
Banyaknya fasilitas-fasilitas untuk memanfaatkan jaringan internet. Manfaat dari internet akan terasa jika penggunanya dapat mempergunakan dengan baik. Pengetahuan tentang internet untuk remaja sangatlah penting, agar mempermudah para remaja ini mengambil manfaat dan keuntungannya saja dari penggunaan internet. Tujuan dari internet, dengan diadakanya fasilitas-fasilitas tidak lain adalah untuk lebih mempermudah dalam menginformasikan dan berkomunikasi. Seperti, contohnya kita masih dapat berkomunikasi dan menginformasikan dengan teman kita, walaupun jarak antara keduanya terpisah jauh, maka dengan adanya fasilitas internet, maka kita akan dapat dengan mudah berkomunikasi dan saling memberi informasi dengannya. Telekomunikasi adalah pertukaran informasi (perubahan bentuk informasi) pada hubungan jarak jauh, di mana pertukaran informasi (di mana terjadi perubahan “format informasi”) pada hubungan komunikasi jarak jauh yang terjadi secara elektris/elektronis. Telekomunikasi seperti halnya menelepon dengan telepon rumah dahulu, yang hanya dapat mengeluarkan suara melalui telepon, akan tetapi berkat kemajuan-kemajuan teknologi. Seseorang kini dapat mengirim dan menerima dalam bentuk teks, gambar, suara dan bahkan video dengan jarak yang jauh dan juga cepat.
Tersedia alamat-alamat website untuk mempermudah dalam mencari data dan informasi. Sebagai sumber informasi, internet menyimpan berbagai jenis sumber data informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Bagi remaja, internet juga menyadiakan informasi-informasi yang dapat dijadikan referensi untuk kegiatan mereka sehari-hari. Sebagai sumber pengetahuan alternatif, berbagai ilmu pengetahuan mulai dari pendidikan formal sampai pengetahuan umum. Pengetahuan umum seperti misalnya remaja dapat mempelajari cara-cara memasak, bermain musik dan lain lain. Pembelajaran umum dengan membuka video youtube untuk mengetahui langsung cara-caranya dengan melihat video. Dengan melalui video tentunya kita dapat lebih mudah melihat apa yang ingin disampaikan pengunggah video tersebut, karena berbentuk visual sehingga mudah ditiru oleh pemirsa atau pengunjung video tersebut.
Dampak Negatif
Internet dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga muncul kejahatan jenis baru. Dampak negatif dari internet memang tidak bisa dihindari. Masyarakat pun tidak dapat berbuat banyak akan hal ini. Seiring dengan perkembangan teknologi internet, menyababkan munculnya kejahatan jenis baru. Seperti misalnya kejahatan seseorang yang membobol sistem jaringan komputer secara tidak sah, memasukan data yang tidak benar atau tidak etis, penyebaran virus dengan sengaja, memalsukan dokumen yang ada di internet, pembajakan karya orang lain, mengganggu atau melecehkan seseorang dan lain sebagainya. Kejahatan jenis baru ini menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah kesulitan untuk mengimbangi teknik yang dilakukan dengan teknologi internet. Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengidentikkan cybercrime dengan Computer Crime, The U.S. Department of Justice dan Organisation of European Community memberikan pengertiannya sebagai:
“...any ilegal act requiring knowledge of computer technology for its perprepation, infestigation, or prosecution”
“...any ilegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”
Dari beberapa pengertian di atas secara ringkas dapat dikatakan cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang bebasis pada kecanggihan teknologi komputer dan kecanggihan teknologi. Tentu hal ini perlu kita waspadai sebagai pengguna internet, dan harus berhati-hati dalam menyimpan data-data tentang profil pribadi, jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan internet, sehingga menarik minat orang lain untuk memiliki atau menguasai akun kita.
Rasa keingintahuan remaja yang sedang memuncak. Sehingga remaja mudah terjebak oleh pengaruh dari internet. Selain telah menyadiakan keuntungan-keuntungan dengan kelebihan yang diberikan internet, tentunya internet juga dapat memberi pengaruh yang negatif bagi remaja. Salah satu kerugiannya yaitu internet bisa diakses oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa. Karena siapapun dapat mengakses internet inilah yang menjadi kerugian dari internet. Di dalam internet selain terdapat informasi-informasi yang bermanfaat, juga biasanya terdapat gambar-gambar dan video-video yang tak senonoh. Bahkan informasi dalam bentuk teks yang seharusnya khusus dewasa, dapat dilihat dengan mudah oleh siapa saja, tak terkecuali anak-anak sekali pun, karena akses internet kini dapat dengan mudah dinikmati oleh siapapun dan dimanapun tanpa batas usia. Atas dasar jasa informasi mereka semakin maju dan berkembang dan semakin jauh meninggalkan masyarakat tanpa informasi. Dampak teknologi informasi ini tidak akan dapat terlaksana dengan mahir dengan beragamnya produk teknologi, siapa yang dapat mengawasi pemasukan informasi baik yang ada dalam buku, film, video dan sebagainya. Ini berarti bahwa remaja saat ini mempunyai minat untuk lebih mengetahui akan kemajuan-kemajuan dalam informasi, akan tetapi tidak dapat dihindari akan adanya ketidak terkontrolnya data informasi yang masuk ke internet. Pengguna internet harus pintar-pintar dalam memilih halaman internet yang harus dibukanya. 
Terkumpulnya situs-situs berisikan data konten yang tidak terfilter. Dan tidak pantas untuk dilihat secara umum itu dapat dengan mudahnya untuk dikunjungi. Disebabkan sulitnya untuk mengontrol data-data yang tersebar di internet, walaupun pemerintah telah memblokir situs-situs terlarang tersebut. Akan tetapi tetap saja ada orang yang tidak bertanggungjawab yang mengakali masuknya data konten terlarang yang berbau pornografi, baik itu dalam bentuk foto, gambar maupun video. Pornografi memang sesuatu hal yang sangat rentan terjadi di internet. Bagi remaja yang masih labil dalam bertindak secara bijak, mereka akan menganggap aksi pornografi yang dilihatnya di internet adalah hal yang wajar. Inilah yang menjadi penyebab banyaknya penyimpangan perilaku seksual para remaja dewasa ini. Dan itu semua dapat merusak moral para remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Pelanggaran norma seks dan pornografi dalam masyarakat maya terjadi dalam skala yang tidak dapat diatasi, baik melalui penutupan jaringan-jaringan seks dan pornografi itu, sampai pada tingkat kebijakan. Hal ini berarti betapa sulitnya untuk mengatur atau memfilter agar internet bebas dari sesuatu hal yang negatif. Tentunya pornografi dapat merusak moral remaja yang menjadi harapan bangsa ini. Hal negatif memang tidak bisa untuk dihindari, akan tetapi alangkah baiknya penggunaan internet digunakan dengan bijak, dengan maksud dan tujuan yang positif, agar dapat memperoleh manfaat.
Ketergantungan
Dengan kemudahan-kemudahan yang disediakan internet, sehingga membuat remaja menjadi malas. Remaja yang sering menggunakan internet biasanya mereka lebih menikmati akan kepraktisan atau sesuatu yang serba instan atau cepat. Ini membuat remaja menjadi malas untuk melakukan sesuatu hal dengan melalui proses terlebih dahulu, apalagi untuk melakukanya dengan cara yang lama. Teknologi adalah relitas dari dunia ide, wujud dari hasil ide manusia, teknologi akan memberikan kemudahan dan memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, selain memberikan dampak positif, tetapi juga akan memberikan dampak negatif. Teknologi ada yaitu untuk memudahkan suatu pekerjaan sehingga dapat dikatakan dalam teori pembangunan. Internet juga adalah teknologi, karena hasil dari ide atau pemikiran manusia, selain memberi kemudahan dalam berinformasi dan berkomunikasi, tentu dengan kemudahan itulah seseorang akan menjadi ketergantungan dalam menggunakannya.
Remaja menjadi terlalu bergantung pada internet. Dalam mengerjakan tugas-tugas di sekolah terkadang remaja akan menganggap ”enteng” atau menganggapnya sesuatu yang mudah karena semua informasi ada di internet. Hanya dengan copy paste dari suatu alamat atau blog maka tugas sekolah dapat di selesaikan dengan cepat. Dengan internet dapat lebih cepat dalam melaksanakan tugas, karena di internet terdapat tugas-tugas yang memang sudah ada atau langsung jadi. jika menggunakan buku lebih mudah bosan. Ini menujukan bahwa remaja, khususnya pelajar sudah menjadi sesuatu hal yang biasa untuk mencari tugas-tugas sekolah di internet. Padahal alangkah baiknya tugas sekolah seharusnya dikerjakan sendiri, dengan atau tanpa menyalin keseluruhan hasil tugas milik orang lain di internet, seperti yang diharapkan oleh guru atau dosennya. Itu merupakan salah satu contoh kecurangan yang dilakukan pelajar akhir-akhir ini, maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan membawa dampak positif, yang menyatakan bahwa internet akan membuat seseorang menjadi kreatif, justru di sini menjadi sebaliknya.
Remaja selalu terpuaskan setelah menggunakan internet. Tentunya kepuasan tersebut yang akan berdampak kepada remaja menjadi kecanduan atau ketagihan menggunakan internet. Sosialisasi remaja dalam masyarakat menjadi berkurang, karena remaja menjadi lebih suka dan nyaman bersosialisasi dalam dunia maya. Mereka jarang keluar rumah, dan lebih suka menatap komputernya atau laptopnya, terkadang juga lebih suka dengan menggenggam gadgetnya atau smartphonenya, untuk berinternet hingga lupa waktu. Bagi mereka yang sudah terbiasa menghabiskan waktu di depan komputer, mereka akan merasakan ketagihan (addicitve). Dalam hal ini, jika mereka sudah mulai menjadi Addict dengan internet, mereka cenderung ingin menghabiskan waktu di depan komputer dari pada bermain dengan teman sebayanya. Ini berarti internet juga dapat berdampak pada pola pergaulan sosial, sehingga dapat membuat seseorang kurang pergaulan di dunia nyata, dikarenakan interaksi di dunia maya yang terlalu jauh. Sehingga dapat menimbulkan efek pengasingan diri terhadap teman-temannya yang lebih aktif bermain dengan hal-hal yang nyata.

III.    Perkembangan Teknologi Internet dan Remaja
Kemajuan Jaringan
Dengan adanya teknologi jaringan komputer dan server, sehingga internet mengalami kemajuan-kemajuan dalam pengembangannya. Jaringan komputer dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian dua atau lebih komputer untuk mencapai suatu tujuan. Agar dapat mencapai suatu tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan. Pihak yang meminta layanan disebut klien (Clien) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (Server).  Contohnya seperti halnya warung internet (Warnet) yang menjadi sarang remaja dalam menggunakan internet, warnet juga mempunyai komputer server. Komputer server itulah yang sering digunakan oleh operator warnet dan itu sudah mampu menghubungkan beberapa komputer. Lynn Margulis bersama Dorion Sagan (1995), dia menjelaskan bahwa segala sesuatu di bumi adalah bagian dari sebuah jejaring hubungan. Bahwa perkembangan kemajuan dengan metode jaringan akan terus mengalami kemajuan-kemajuan seperti halnya pada server di warnet. Adanya suatu jejaring hubungan dengan orang lain seperti telekomunikasi itulah sehingga peminat khususnya mayoritas remaja sering menggunakan internet.
Kemajuan jaringan sehingga dapat mengakses internet dengan cepat. Sebagai pengguna internet tentu hal yang sering menjadi ganjalan jika suatu proses koneksi ke internet yang lambat, karena kecepatan koneksi adalah yang diutamakan dalam menggunakan internet. Kecepatan akses internet diperlukan untuk mempercepat mendapatkan pergerakan data-data dalam berinformasi maupun berkomunikasi di internet. Misalnya dengan melalui handphone yang banyak digunakan kalangan remaja, mereka terkadang kesal jika jaringan untuk terkoneksi ke internet sering tersendat atau macet. Menurut laporan Akamai, rata-rata kecepatan internet di Indonesia paling rendah, jika dibandingkan dengan  negara-negara lain yang ada di Asia Pasifik, Akamai mencatat rata-rata kecepatan di Indonesia pada kuartal II tahun ii hanya 0,8 Megabit per detik atau sekitar 100 Kilobyte per detik. Jumlah pengguna layanan di Indonesia yang terus melesat, khususnya kalangan remaja di Indonesia yang akhir-akhir ini yang menjadikan internet menjadi media yang sering digunakan, namun sayang kualitas layanan internet kurang memuaskan. Maka pemerintah perlu melakukan upaya-upaya untuk mepercepat pengeksesan internet, mengingat jumlah pengguna internet yang semakin banyak.
Kemajuan jaringan komputer dan teknik komputer melalui pendidikan. Kemajuan teknologi jaringan komputer dan pesatnya perkembangan internet, telah memungkinkan semua pihak untuk dapat menerapkannya disegala bidang termasuk  pendidikan. Banyak pula sekolah-sekolah umum dan kejuruan serta perguruan tinggi di Indonesia, yang menawarkan pendidikan tambahan atau khusus di jurusan, tentang yang berkaitan dengan teknik komputer dan komputer jaringan. Seperti, misalnya Teknik Informatika (TIK), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia, Manajemen Informatika/Programer (MIF), Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Sistem dan Teknologi Informasi, Komputerisasi Akuntansi (KAT), Informatika Rekam Medis (IRM) dan lain-lain. Visi dari program studi informatika adalah menjadi program studi yang mampu menjawab tantangan di era globalisasi dan menghasilkan sumber daya manusia profesional di bidang informatika. Ilmu pengetahuan tentang informatika di era globalisasi tentu sesuatu hal yang penting, karena akhir-akhir ini kemajuan teknologi kian terasa pengaruhnya. Sehingga mempengaruhi kemajuan dalam menggunakan jaringan komputer, di seluruh dunia. Para remaja saat inilah yang menjadi harapan bangsa untuk dapat mengelola sistem informasi semaksimal mungkin, agar dapat bermanfaat untuk orang banyak.
Kemajuan Teknologi
Perangkat keras (Hardware) yang dibutuhkan untuk mengakses internet. Tanpa perangkat-perangkat keras dunia maya tidak akan dapat muncul atau terlihat di output. Komputer merupakan komponen utama untuk dapat mengakses internet. Proses kerja dari komputer yang digunakan dalam koneksi internet, sangat menentukan cepat atau lambatnya akses ke internet. Dalam hal ini processor merupakan otak dari komputer untuk menjalankan aplikasi-aplikasi dalam komputer. Komputer tentunya harus terhubung dengan server jaringan untuk selanjutnya terkoneksi ke internet. Dengan menggunakan modem (Modulator Demodulator), baik berupa modem internal, eksternal atau modem kabel. Dapat juga dengan menggunakan saluran telepon, dengan menghubungkan kabel dari komputer ke saluran telepon. Atau juga dapat dengan melalui stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan.  Dan masih banyak perangkat keras yang lainnya yang dapat terkoneksi dengan internet selain dari pada komputer. hardware aspect meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek istilah atau materiil. Perangkat keras yang bersifat fisik ini yang menjadi salah satu aspek dalam teknologi, aspek kedua adalah aspek software. Perangkat keras menjadi aspek dalam penggunaan internet, tanpa perangkat keras maka seperti tidak ada wujud fisik untuk remaja menggunakan internet.
Software atau perngkat lunak, khususnya software yang digunakan untuk mengakses internet. Software-software ini membantu untuk melakukan browsing, chatting, download, upload dan lain-lain. Sebagai pelengkap ketika kita sedang terhubung ke internet. Software tersebut diantaranya adalah Mozila Firefox, Google Chrome, Yahoo Messenger, Internet Download Manager dan Point Blank. Selain software untuk komputer terdapat juga software-software pada HP seperti Opera Mini, UC Browser, Facebook, We Chat, Kakaotalk, Play Store, Nokia Store, Holdem Poker dan lain-lain. Sofware merupakan sebuah piranti penting yang tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasakan keberadaannya dalam sebuah sistem. Dalam sebuah sistem apapun, software dan hardware saling mendukung dan sulit dipisahkan. Tanpa perangkat software, maka perangkat hardware tidak dapat mengoprasikan funsinya. Dukungan dari kombinasi perangkat software dan hardware, untuk membantu akses menuju internet. Software lebih kepada aplikasi-aplikasi untuk dapat terkoneksi internet, tentunya aplikasi-aplikasi yang lebih menariklah yang diminati kalangan remaja, atau dianggap lebih gaul dan keren. Sehingga para produsen dan pengembang aplikasi berlomba-lomba untuk membuat aplikasi-aplikasi yang menarik.
Teknologi-teknologi pendukung untuk dapat terkoneksi ke internet. Seiring perkembangan zaman kini bukan hanya komputer saja yang dapat terkoneksi ke internet. Karena proses modernisasi adalah menuntut manusia agar bagaimana suatu pekerjaan lebih mudah dikerjakan dan lebih praktis juga cepat, dengan pembangunan teknologi misalnya. Sehingga lahirlah berbagai macam produk-produk pintar dengan berbagai aplikasi-aplikasi pintar di dalamnya. Tren penggunaan alat telekomunikasi saat ini tidak hanya didominasi untuk kebutuhan telepon maupun pesan. Kebutuhan akan akses data berkembang pesat seiring membanjirnya perangkat ponsel, tablet dan notebook maupun mobile broadband yang membuat pengguna selalu butuh akses cepat ke jaringan dan layanan yang terintegrasi dengan internet / mobile web. Semakin canggihnya teknologi-teknologi pendukung internet, membuat remaja semakin dimudahkan mengakses internet, sehingga mengakibatkan.kebutuhan akses terus melesat.
Kemajuan Selular
Operator selular yang memberikan layanan data internet. Dalam mendukung koneksi internet tentunya  ada penyedia untuk dapat terkoneksi dengan internet. Lagi-lagi ponsel (telepon seluler atau handphone) sebagai peminat terbanyak para remaja untuk terkoneksi ke internet. Remaja juga semakin mudah terkoneksi ke internet dengan menggunakan ponsel, karena semakin terjangkau biaya paket untuk koneksi internet, yang sesuai dengan uang saku para remaja. Sebagai pelanggan tentunya kita harus cermat dalam memilih layanan data yang berkualitas dengan tarif yang masuk akal. Semakin besar uang yang kita keluarkan, harusnya diimbangi dengan kulitas internet yang didapat. Dalam membeli layanan data atau paket internet terkadang kualitasnya tidak sesuai dengan biaya yang telah di keluarkan. Sehingga layanan data yang biasanya kalangan remaja lebih minati adalah paket layanan yang lebih murah, walaupun kulitas akses ke internet lambat, akan tetapi ada pula sebagian remaja yang rela merogok sakunya lebih dalam, demi membeli paket internet yang berkualitas bagus untuk kepuasan dalam menggunakan internet.
Internet semakin populer di kalangan remaja dengan telepon selular (Ponsel) yang selalu di genggamnya kemana-mana. Dengan melalui ponsel para remaja bukan hanya dapat menelepon dan SMSan saja, akan tetapi dapat juga mengakses internet, yang tentunya paradigma itu sudah “ketinggalan zaman” menurut para remaja saat ini. Para remaja kini lebih suka bermain chatting dan browsing, yaitu tujuannya untuk saling berkenalan satu sama lain di dunia maya, dan sebagai pencari informasi dengan praktis. Saat ini, ponsel sudah menjadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagai pelosok tanah air, baik di desa maupun di kota, sering terlihat memamerkan handhonenya, harganya sangat terjangkau oleh siapa saja yang ingin memilikinya. Ponsel saat ini sudah menjadi hal yang umum digunakan dan dimilki masyarakat, begitu pula dengan remaja yang semakin mahir menggunakan ponsel selain sebagai media komunikasi, akan tetapi akses ke internet.
Produsen handphone yang memanfaatkan internet sebagai penarik konsumen, tidak terkecuali sasaranya adalah remaja. Produsen hanphone dengan kecanggihan sistem operasinya memanfaatkan internet, untuk lebih menarik perhatian. Remaja saat ini tentu sangat tertinggal teknologi, apabila tidak bisa menggunakan telepon pintar, atau dianggap tidak “Gaul”. Yang paling populer adalah terobosan produk smartphone dari Blackberry. Blackberry atau para remaja menyabutnya dengan BB ini, menarik karena penampilannya yang bersahabat, dan keunggulannya mengirim dan menerima surat elektronik, secepat mengirim dan menerima SMS. Akan tetapi akibat dari persaingan bisnis BB kini di kalahkan keberadaannya oleh munculnya sistem operasi Android, yang lebih canggih aplikasi-aplikasinya dibanding BB.
Sistem komunikasi celullar di masa depan mempunyai kunci utama, yaitu :
Kecenderungan komunikasi dari komunikasi suara ke arah komunikasi data, (connection oriented ke connectionless).
Kualitas yang semakin baik.
Internet adalah termasuk penentu faktor teknologi.
Dari ketiga faktor di atas, bahwa hal tersebut memang akhir-akhir ini sedang terjadi dalam memajukan teknologi sistem komunikasi, dan semakin terasa kemajuan-kemajuan dalam memajukan teknologi yang berkaitan dengan internet. Kemajuan teknologi masa depan tidak bisa dihindari lagi oleh kalangan remaja saat ini.















Bab III Penutup
Ternyata dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemajuan dari teknologi internet tidak bisa dihindari lagi keberadaannya di era ini, dan menjadi sesuatu yang empirik saat ini, khususnya kalangan remaja sebagai pengguna internet yang sering menggunakan internet dalam kesehariannya. Semua tidak akan terlepas dari hasil-hasil ide karya cipta manusia untuk terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya, sesuai dengan tujuannya masing-masing, termasuk dalam pemanfaatan teknologi internet untuk memenuhi kebutuhan dalam kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan. Walaupun dalam pembangunannya, dengan adanya teknologi pada dasarnya adalah betujuan untuk memberikan suatu pengaruh yang menguntungkan, akan tetapi selain memberikan pengaru positif teknologi juga memberikan pengaruh yang negatif kepada penggunannya, sehingga timbul adanya ketergantungan dan keterbelakangan. Pembangunan  teknologi internet yang saat ini semakin terasa kemajuannya, dan semakin dapat di rasakan oleh mayoritas masyarakat di dunia, karena terus-menerus dilakukan pengembangan demi pengembangan dalam memajukan teknologi internet.
Untuk tambahan, maka penulis sedikit mengutip saran tentang penggunaan internet. Ada baiknya internet dipergunakan dengan maksud dan tujuan yang jelas, sehingga kita dapat terbantu dan mengambil nilai-nilai positif yang menguntungkan bagi kita sebagai pengguna. Sebagai pemanfaatan teknologi yang baik, juga perhatikan apa saja dampak negatif dari internet, yaitu jangan terlalu bergantung pada internet dalam setiap kegiatan, penulis menekankan “pergunakanlah jika itu memang benar-benar dibutuhkan”. Saran kepada orangtua atau pendidik seharusnya, berikanlah arahan-arahan agar menggunakan internet secara positif untuk peningkatan dan pengembangan diri mereka. Arahkan pula kepada hal-hal yang nyata selain dari pada internet, agar remaja tersebut tidak terlalu fokus menggunakan internet secara berlebihan. Saran untuk pemerintah yang mungkin memerlukan suatu proses yang rumit, menurut penulis, lakukanlah sanksi-sanksi tegas kepada pengunggah konten-konten yang kurang cocok untuk dipublkasikan untuk semua kalangan itu, dengan melakukan pelacakan-pelacakan dengan memanfaatkan programer-programer handal bangsa ini. Serta berilah dukungan motivasi untuk lebih memajukan pemanfaatan internet dengan hasil karya-karya pemrograman anak-anak bangsa.

Daftar Pustaka
Asyar, Rayandra. Kreatif mengembangakn Media Pembelajaran Prinsip
Pemilihan Media, Jakarta : Gaung Persada, 2011.

Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) kota Sorong, Departemen Tenaga Kerja
dan Transmigrasi R. I. Direktorat Jendral Pembinaan Pelatihan dan
Produktivitas Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negri (B2PLKLN),  Memperbaiki Kerusakan Pada Software Handphone, “Buku Informasi (Modul)”, Cevest Bekasi versi 2008.

begginner333.blogspot.com/2013/02/dampak-internet-bagi-remaja.html?m=1.

Bungin, Burhan. Teori, paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di
Masyarakat, Jakarta : Kencana, 2011. 

Catatan binder ISBD. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni, 2013.

Damsar. Pengantar Sosiologi Pendidikan, Jakarta : Kencana Perdana Media
Group, 2011.

dedy-denuari.blogspot.com/2011/03/ada-dua-peranan-yang-sangat.html?m=1.

Majalah Tabloid Pulsa, Dwi mingguan edisi 246 Thx, 2012.

Politeknik Piksi Ganesha Bandung, Soft Skills dan Kemahasiswaan, “Buku
Kegiatan”, 2011.

Sholehi, Mohammad. Kemunikasi Internasional Perspektif Jurnalistik, Bandung :
Simbiosa Rakatama Media, 2009

Sisteminformasiperpustakaan.wordpress.com/kejahatan-di-dunia-internet/

Siti Rahma Alting, Sri Wulandari, Tamiraza Filmi Arrido, Manusia, Sains,
Teknologi dan Sains, ”Makalah ISBD”, 2013

Suranto. Komunikasi Sosial Budaya, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2010.

Uke Kurniawan Usman. Pengantar Ilmu Telekomuniksai, Bandung : Informatika
Bandung, 2008.

Widjaja. Komunikasi & Hubungan Masyarakat, Jakarta : Bumi Aksara, 2008.

www.mint.web.id/2013/03/pengertian-internet-dan-sejarah.html?m=1.